AKTIVITAS MENYENANGKAN ANAK PRA BALIGH TAK HARUS DENGAN GADGET





Khoiruummahciledug.sch.id - Berkembangnya teknologi dengan menghadirkan berbagai inovasi yang berbasis cyber saat ini memang tidak bisa dihindari.


Sebagai orangtua tentu sudah memahami bahwa gadget bagaikan dua sisi mata pisau. Akan menghadirkan dampak positif dan negatif. Jika penggunaannya untuk kebaikan maka akan menghadirkan kemaslahatan, tetapi jika digunakan keburukan maka akan menghadirkan kemudhorotan.


Betapa sangat pentingnya kontrol kuat penggunaan gadget pada anak. Sebab keselamatan anak adalah tanggungjawab besar orangtua.


Orangtua harus memahami dampak buruk ketika anak banyak memegang gadget maka dapat berdampak delay speech, lemas syaraf untuk bergerak, pada situasi tertentu ada pula anak yang menjadi agresif dan emosional serta akan mengalami problem unfocus karena kecanduan HP. Bahkan anak akan cenderung asyik dengan dirinya sendiri (tidak peduli atau peka apa yang terjadi disekitarnya)


Ketika orangtua sudah memahami dampak buruknya maka seharusnya orangtua bisa bersikap bijak dengan memberikan pola asuh yang terbaik bagi anaknya, terutama dalam menghadapi  benda gepeng tersebut. Bukan justru kita membiarkan kebablasan sepanjang waktu dengan meminjamkan  atau  membelikan anak-anak gadget plus diisikan quota dengan dalih agar anak anteng di rumah dan ibu pun leluasa beraktivitas untuk kepentingan dirinya tanpa direcoki anak.


Orang tua harus membangun suasana menyenangkan bagi anak-anaknya di rumah, sehingga mereka betah di rumahnya sendiri. Ciptakan suasana rumah selalu aktif, kreatif, edukatif, sehingga anak-anak tetap asyik dan tumbuh energik.


Fitrahnya anak ingin hidup selalu menyenangkan. Apalagi anak zaman now, banyak ingin tahu dan mereka belajar dengan daya tangkap yang cepat. Sehingga muncul pertanyaan mengapa mereka suka bermain gadget? Sebab memang banyak sesuatu yang bisa diakses melalui gadget dan itu membuat dirinya menyenangkan.


Karena itu suasana menyenangkan tersebut, harus  kita kembalikan lagi dihadirkan dengan  peran orangtua di dunia nyata untuk anak-anaknya.


Aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan orangtua bersama anak, diantaranya :


1. Ajak anak bermain dengan permainan yang merangsang motorik halusnya.hal ini akan membantu kemahiran anak menulis dan terampil.


2. Membacakan buku inspiratif sesuai level usia dan berpikirnya. Banyak kisah para nabi, kehidupan Rasulullah Saw sebagai teladan hidup umat manusia, kisah inspiratif para salafus salih yang luas sekali bisa kita jadikan media atau kisah menarik penuh inspiratif.


Agar anak menyukai  kegiatan literasinya, maka seringlah  orangtua mengajak anak ke perpustakaan, toko buku atau pameran buku. Bahkan dimotivasi semakin anak banyak tahu, bisa mereka menceritakan kembali sehingga kecerdasan bahasanya akan optimal tergali.


3. Ajak anak melakukan berbagai eksperimen sains menarik, yang membangun proses berfikir talqiyan fikriyyah mereka. artinya melatih anak untuk menggunakan panca inderanya dengan baik dalam menilai fakta yang terjadi dihadapannya sesuai dengan maklumat tsabiqoh (informasi benar yang pertama mereka miliki) sehingga anak mampu menyimpulkan apa yang terjadi, apakah  baik atau buruk bagi kehidupannya. Ini salah satu anak melatih berpikir ilmiah. Eksperimen sederhana yang berkesan, selain menumbuhkan jiwa kreatifnya juga memperkaya wawasan dan skill.


4. Berolah raga bersama membangun kekompakan hidup sehat bersama. Olah raga sangat bagus merangsang motorik kasar anak, olahraga murah bisa dilakukan bersama seperti bersepeda, berjalan kaki, lari pagi, badminton, berenang. 


Jika orangtua memiliki rezeki bisa mamasukkan anak ke club olahraga seperti futsal, badminton, beladiri, memanah,  berkuda dan lain-lain. Disini anak selain melatih ketangkasan, fokus, emosionl, juga menumbuhkan jiwa leader , tanggungjawab  dan kerjasama.


5. Jadikan anak-anak sebagai  team work  orangtua di dalam aktivitas rumah, agar anak tidak malas bergerak. Orangtua membuat kesepakatan kepada anak-anaknya, masing-masing anak harus memahami  tanggung jawabnya, sehingga  team work berjalan baik. Hal ini juga membiasakan anak-anak untuk selalu melakukan amal sholih terkait birul walidain-nya (berbuat baik kepada orang tua). Bagi ibu bisa melibatkan anak-anaknya membuat makanan sehat untuk keluarga.


6. Ajak anak berkarya dengan konsep 3R (Reduce - Reuse - Recyle) sebagai gerakan mencintai lingkungan. Begitu banyak barang-barang bekas yang bisa digunakan kembali (reuse) untuk menghasilkan karya baru yang bagus, indah dan bermanfaat.


Tujuan kegiatan diatas adalah menyibukkan waktu anak dengan hal-hal yang berfaedah dan mendidik serta dapat merangsang perkembangan motorik halus dan kecerdasan otaknya dalam berinovasi.


Para pakar dunia anak menyebut bahwa generasi zaman now adalah generasi dengan karakter yang unik, diantaranya : memiliki intelektual yang baik, lebih terbuka terhadap segala sesuatu, memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak, memiliki motivasi tinggi terhadap suatu hal, multitasking atau dapat melakukan banyak hal dalam satu

waktu.


Sehingga orangtua yang memiliki anak-anak diusia pra baligh jika belum memiliki gadget tak perlu merasa bersalah, risau atau malu. Justru ini adalah masa emas untuk menyelamatkan generasi dan peran  orangtua membersamai mereka secara langsung dan optimal dengan sentuhan lembut dan kreatif ibu, serta peran asyik dan tangguh ayah dalam dunia nyata mereka. 


Sekalipun di masa ini anak harus terpaksa menggunakan gadget dalam proses belajarnya harus tetap mendapat pendampingan dari orangtua dan dibatasi penggunaanya.


Kelak di waktu yang tepat saat mereka sudah tahu segala konsekuensi melakukan perbuatan, dan saatnya membutuhkan gadget sebagai wasilah kehidupannya insya Allah mereka akan cepat bisa memanfaatkannya. Sebab Generasi ini memang hidup di zaman Cyber , generasi yang Tech Savvy (Mahir teknologi). Generasi yang lahir dan hidup di zaman teknologi dan sudah bersentuhan dengan teknologi sejak dini, sehingga akan cepat sekali beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi dan kemampuan IPTEK-nya pun dapat diandalkan.


Oleh : Ustadzah Hawilawati, S.Pd

(Praktisi Pendidikan di STP SD Khoiru Ummah Ciledug)